Armada Kapal Induk Nuklir AS “Gedor” Pintu Iran, Begini Kekuatannya

Timur Tengah Membara: Armada AS Kepung Iran, Ancaman Serangan ‘Midnight Hammer II’ Menanti?

TEHERAN – Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik kritis pada awal tahun 2026. Amerika Serikat dilaporkan tengah melakukan pengerahan kekuatan militer besar-besaran di lepas pantai Iran, memicu spekulasi global mengenai kemungkinan invasi atau serangan udara strategis dalam waktu dekat.

Iran

Intisari Berita (Key Highlights):

  • Pengerahan Kapal Induk: USS Abraham Lincoln (CVN-72) resmi memasuki Laut Arab membawa 65 jet tempur siap tempur.

  • Ancaman Donald Trump: Presiden Trump memperingatkan serangan yang “lebih dahsyat” dibanding penghancuran situs nuklir Iran pada Juni 2025.

  • Operasi Kemanusiaan atau Militer: AS berdalih pengerahan ini untuk merespons gelombang protes domestik di Iran dan mencegah eksekusi massal demonstran.

  • Risiko Geopolitik: Analis memperingatkan potensi serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.


Armada Raksasa di Pintu Gerbang Selat Hormuz

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi kehadiran USS Abraham Lincoln beserta gugus tugasnya. Kapal induk ini didampingi oleh kapal perusak rudal kendali kelas Arleigh Burke, termasuk USS Frank E Petersen Jr, USS Spruance, dan USS Michael Murphy.

Kombinasi kekuatan ini memberikan Washington kemampuan serangan ganda:

  1. Serangan Udara Presisi: Melalui jet tempur F/A-18E Super Hornet dari Carrier Air Wing 9.

  2. Serangan Jarak Jauh: Melalui rudal Tomahawk yang mampu menjangkau target di pedalaman Teheran dari lepas pantai.


Trauma Juni 2025: Akankah Sejarah Terulang?

Langkah agresif ini mengingatkan dunia pada “Operation Midnight Hammer” Juni 2025. Saat itu, jet siluman B-2 Spirit milik AS menjatuhkan bom bunker-buster GBU-57 untuk melumpuhkan situs nuklir bawah tanah Fordow dan Natanz.

Kini, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa serangan tahun lalu hanyalah permulaan. “Jika mereka (Iran) berani menyentuh para demonstran, serangan berikutnya akan membuat apa yang terjadi di Juni 2025 terlihat seperti kacang,” tegas Trump saat berada di Air Force One.


Analisis: Mengapa Eskalasi Terjadi Sekarang?

Terdapat tiga faktor utama yang memicu ketegangan di Januari 2026 ini:

1. Krisis Domestik Iran

Sejak Desember 2025, Iran dilanda gelombang protes besar-besaran. AS menggunakan isu pelanggaran HAM sebagai alasan moral untuk memposisikan kekuatan militernya, mengklaim bahwa mereka siap mengintervensi jika terjadi pertumpahan darah massal.

2. Doktrin Luar Negeri Trump 2.0

Setelah aksi berani memerintahkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada awal Januari 2026, Trump tampak ingin menunjukkan bahwa AS tidak lagi ragu menggunakan kekuatan militer langsung untuk melakukan perubahan rezim (regime change).

3. Keamanan Energi Global

Kehadiran armada AS di dekat Selat Hormuz secara otomatis menekan stabilitas harga minyak dunia. Jika konflik pecah, pasokan energi global terancam mengalami disrupsi parah yang bisa memicu krisis ekonomi baru.


Tanggapan Analis: Gertakan atau Invasi Nyata?

Ellie Geranmayeh dari European Council on Foreign Relations mencatat adanya risiko “biaya tinggi” bagi AS. “Teheran tidak akan diam. Mereka bisa menargetkan aset AS di Irak atau Suriah sebagai balasan asimetris,” ujarnya.

Sementara itu, Ali Vaez dari International Crisis Group berpendapat bahwa ini mungkin hanya taktik tekanan maksimum (maximum pressure). Mengingat tahun 2026 adalah tahun politik, invasi darat berskala besar dianggap terlalu berisiko bagi elektabilitas domestik Trump.

panthanpress.com

Tags:

Pramono Dorong JIS Jadi Lokasi Konser BTS, ARMY Tak Setuju

Pramono Anung Targetkan BTS Konser di JIS Desember 2026: Transformasi Infrastruktur Jadi Taruhan

JAKARTA – Harapan besar bagi para pecinta K-pop di tanah air mencuat setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara terbuka menyatakan ambisinya untuk memboyong grup megabintang asal Korea Selatan, BTS, ke Jakarta International Stadium (JIS). Konser yang direncanakan berlangsung pada 26-27 Desember 2026 tersebut diharapkan menjadi momentum pembuktian JIS sebagai stadion kelas dunia.

BTS

Pernyataan ini disampaikan Pramono saat menghadiri seremoni peletakan batu pertama Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Ancol dengan JIS pada Minggu (25/1/2026).

JIS Siap Sambut “Purple Wave”: Perbaikan Fasilitas Jadi Kunci

Pramono menegaskan bahwa dirinya telah memberikan instruksi khusus kepada Direktur Utama JIS untuk mengejar kesepakatan dengan manajemen BTS. Menurutnya, citra JIS yang dulu sempat dikritik karena aksesibilitas kini telah berubah total.

“Saya tadi minta secara khusus kepada Direktur Utama JIS untuk bisa mengejar BTS… Kalau bisa main di JIS itu akan sangat baik sekali. Dari segi transportasi pasti sudah tidak seperti dulu,” ujar Pramono.

Beberapa peningkatan fasilitas yang diunggulkan antara lain:

  • Integrasi Transportasi: Akses KRL Commuter Line dan layanan Transjakarta yang kini lebih terintegrasi.

  • Area Parkir Luas: Memanfaatkan kawasan Ancol sebagai kantong parkir tambahan.

  • Akses Pejalan Kaki: Pembangunan JPO baru dari Ancol untuk memecah kepadatan penonton.

Pro dan Kontra ARMY: JIS vs GBK

Meskipun rencana ini disambut antusias, para penggemar BTS yang dikenal dengan sebutan ARMY memberikan respons beragam di media sosial. Sebagian besar masih meragukan kenyamanan JIS dibandingkan dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Dua isu utama yang menjadi sorotan adalah:

  1. Faktor Cuaca: Mengingat konser direncanakan akhir Desember (puncak musim hujan), sistem retractable roof (atap buka-tutup) JIS sebenarnya menjadi keunggulan. Namun, penonton mengkhawatirkan suhu di dalam stadion jika sirkulasi udara tidak maksimal.

  2. Euforia Visual: Beberapa penggemar menilai GBK memberikan kesan visual yang lebih megah untuk kembang api dan pemandangan udara (drone shot) yang menjadi ciri khas konser skala stadion BTS.

Ambisi Jakarta 500 Tahun: Dari BTS hingga Atlet Dunia

Rencana mendatangkan BTS hanyalah bagian dari visi besar “Jakarta 500 Tahun”. Pramono Anung juga menargetkan peningkatan skala event internasional lainnya, seperti:

  • BTN Jakarta International Marathon (Jakim): Target peserta dinaikkan menjadi di atas 50.000 orang.

  • Kehadiran Bintang Olahraga: Nama-nama legendaris seperti Peter Sagan, Mark Cavendish, hingga Cadel Evans diharapkan bisa berpartisipasi dalam event balap sepeda di Jakarta.


Analisis: Mengapa Konser BTS di JIS Sangat Krusial?

Jika konser ini terealisasi, JIS akan mencatatkan sejarah sebagai salah satu stadion dengan teknologi tercanggih di Asia Tenggara yang mampu menampung puluhan ribu ARMY. Secara ekonomi, multiplier effect dari kedatangan wisatawan mancanegara dan domestik akan memberikan suntikan besar bagi PAD Jakarta di penghujung tahun 2026.

rtp kera4d maxiwn

Tags:

BBCA Hari Ini Turun 3,75%, Asing Banyak Jualan

IHSG Ambruk ke Level 9.000: Saham BBCA Anjlok 3%, Investor Asing Panic Selling?

JAKARTA – Pasar modal Indonesia kembali dihantam gelombang tekanan jual yang masif pada perdagangan Rabu (21/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk cukup dalam, menyeret mayoritas saham Blue Chip, terutama di sektor perbankan raksasa (Big Banks).

BBCA

Koreksi tajam ini dipicu oleh kombinasi sentimen geopolitik yang memanas serta aksi capital outflow (aliran modal keluar) yang dilakukan oleh investor asing secara agresif.


Analisis Pergerakan Saham Big Caps: BBCA Jadi Pemberat Utama

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang biasanya dikenal sebagai saham paling defensif, justru menjadi penekan utama indeks hari ini. BBCA ditutup merosot 3,75% atau turun 300 poin ke level Rp 7.700.

Secara teknikal, BBCA telah menembus ke bawah (breakdown) area konsolidasi kuatnya di kisaran Rp 8.000 – Rp 8.100. Indikator Relative Strength Index (RSI) kini berada di level 33, mendekati area oversold (jenuh jual), yang memberikan sinyal bahwa tekanan jual jangka pendek mungkin masih akan membayangi.

Perbandingan Performa Saham Perbankan Hari Ini:

Emiten Kode Perubahan Harga Terakhir
Bank Central Asia BBCA -3,75% Rp 7.700
Bank Rakyat Indonesia BBRI -0,78% Rp 3.820
Bank Mandiri BMRI -0,70% Rp 4.990
Bank Negara Indonesia BBNI +0,44% Rp 4.590

Menariknya, di tengah kejatuhan sektor perbankan, BBNI menjadi satu-satunya emiten big bank yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,44%.


Intisari Berita: Mengapa Pasar Modal Terkoreksi?

Bagi para investor dan pelaku pasar, berikut adalah poin-poin penting yang menyebabkan gejolak pasar hari ini:

  1. Aksi Jual Asing Masif: Total net foreign sell (jual bersih asing) di sesi pertama mencapai Rp 1 triliun, di mana Rp 751,1 miliar berasal dari pelepasan saham BBCA.

  2. IHSG Terpuruk: Indeks ditutup terkoreksi 1,36% (-124,37 poin) ke level 9.010,33. Sebanyak 569 saham mengalami penurunan harga.

  3. Sentimen “Safe Haven”: Akibat ketidakpastian geopolitik global, investor cenderung menarik dana dari negara berkembang (emerging markets) dan mengalihkannya ke aset aman seperti Emas dan Dolar AS.

  4. Tekanan Nilai Tukar: Aliran dana keluar ini berdampak langsung pada pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, yang semakin memperburuk sentimen di pasar saham.


Pandangan Analis: Geopolitik vs Isu Domestik

Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, menilai bahwa koreksi IHSG kali ini dipicu oleh faktor ganda. Selain ketegangan global yang memicu psikologi negatif pasar. Terdapat tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar berbasis sumber daya alam di dalam negeri.

“Dampaknya lebih ke psikologis dan arus modal. Ketegangan global membuat investor tarik dana dari emerging market balik ke AS. Hal ini memicu capital outflow yang signifikan,” jelas Wafi.

Tingginya volume transaksi hari ini yang mencapai Rp 33,9 triliun. Hal ini menunjukkan adanya kepanikan sekaligus likuiditas yang besar yang keluar dari pasar saham Indonesia.


Tips Strategi untuk Investor:

Di tengah volatilitas yang tinggi, investor disarankan untuk:

  • Wait and See: Menunggu IHSG menemukan level support kuat sebelum melakukan akumulasi beli.

  • Diversifikasi: Memperhatikan aset safe haven seperti emas untuk memitigasi risiko.

  • Pantau RSI: Untuk saham BBCA, perhatikan jika RSI menyentuh di bawah 30. (area jenuh jual total) yang berpotensi memicu technical rebound.

Situs Judi Slot Online dan Bola Online Terpercaya Kadobet.

Rig Pertamina Jadi Sumber Harapan Warga 6 Desa di Aceh Tamiang

Cahaya di Tengah Isolasi: Rig Pertamina Drilling Jadi Penyelamat Warga Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang

ACEH TAMIANG – Di tengah gulita yang menyelimuti Kecamatan Rantau akibat putusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi pasca banjir bandang, sebuah titik terang muncul dari area Rig PDSI#19.1. Fasilitas pengeboran milik Pertamina Drilling ini berubah menjadi pusat harapan bagi warga dari enam desa yang terisolasi.

Rig Pertamina

Setiap malam, pemandangan tak biasa terlihat di luar area kerja rig. Ratusan warga mengantre dengan sabar membawa ponsel, powerbank, hingga lampu darurat. Bagi mereka, energi listrik bukan lagi sekadar kemudahan teknologi, melainkan penyambung nyawa untuk mengabarkan keselamatan kepada sanak saudara.

Intisari Berita: Mengapa Informasi Ini Penting?

  • Akses Energi Darurat: Pertamina Drilling membuka fasilitas pengisian daya gratis bagi warga di enam desa terdampak banjir.

  • Bantuan Logistik: Selain listrik, bantuan berupa makanan siap santap, sembako, dan air bersih disalurkan secara rutin.

  • Keamanan Operasional: Proses bantuan dilakukan di zona aman, di luar area teknis rig untuk menjaga keselamatan warga dan pekerja.

  • Pemulihan Wilayah: Rig PDSI#19.1 telah kembali beroperasi sejak 16 Desember 2025 setelah sempat shutdown akibat bencana.


Perjuangan Melawan Kegelapan dan Isolasi

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang sejak akhir November lalu menyisakan trauma mendalam. Siti (38), warga Desa Alur Cucur, menceritakan betapa beratnya hidup tanpa komunikasi.

“HP saya mati dua hari. Kami tidak bisa hubungi keluarga. Begitu dengar bisa ngecas di sini, rasanya seperti dapat kabar baik,” ungkapnya pada Minggu (21/12/2025).

Kondisi serupa dirasakan Rahmad (45). Baginya, lampu darurat yang diisi daya di rig tersebut adalah pengusir rasa takut bagi anak-anaknya saat malam tiba. “Kalau malam gelap sekali. Lampu emergency ini sangat membantu,” tuturnya.

Komitmen Kemanusiaan di Area Operasi

Rig Superintendent Pertamina Drilling, Surya Budiman, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul spontan melihat kondisi warga yang terputus dari dunia luar. Meskipun Rig PDSI#19.1 sempat berhenti beroperasi (shutdown) sejak 26 November hingga pertengahan Desember, kepedulian terhadap warga sekitar tetap menjadi prioritas.

“Kami hanya berusaha membantu sebisanya. Setiap malam ada lebih dari 100 orang dari Desa Alur Batu, Alur Cucur, Alur Manis, Landu, Tempel, dan Lumpuran yang datang,” ujar Surya. Ia menekankan bahwa aspek keselamatan tetap dijaga ketat dengan menempatkan titik pengisian daya di luar kawasan kerja aktif.

Lebih dari Sekadar Energi: Bantuan Pangan dan Air Bersih

Dampak banjir bandang tidak hanya memutus kabel listrik, tetapi juga mencemari sumber air warga. Menanggapi hal ini, Pertamina Drilling turut mendistribusikan:

  1. Makanan Siap Santap: Dibagikan dua kali sehari untuk meringankan beban dapur warga.

  2. Sembako & Air Mineral: Menjamin ketersediaan nutrisi di masa pemulihan.

  3. Air Bersih: Membantu kebutuhan sanitasi warga yang sumurnya terdampak lumpur.

Yuliana (41), warga Desa Landu, merasa sangat terbantu dengan kehadiran bantuan ini. “Setidaknya kami tidak merasa sendirian menghadapi bencana ini,” katanya haru.


Topik Terkait: Mengapa Aceh Tamiang Rentan Banjir Bandang?

Selain faktor cuaca ekstrem, topografi wilayah dan kondisi hulu sungai menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam mitigasi bencana di masa depan. Peran aktif perusahaan di objek vital nasional seperti Pertamina terbukti menjadi pilar penting dalam Corporate Social Responsibility (CSR) saat situasi darurat nasional terjadi.

asia88

Tags:

Breaking! KPK OTT di Bekasi, 10 Orang Ditangkap

KPK Gempur Korupsi: Usai Banten, Kini 10 Orang Terjaring OTT di Bekasi!

BEKASI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya sedang melakukan “bersih-bersih” besar-besaran di penghujung tahun 2025. Hanya berselang singkat setelah operasi di Banten, tim lembaga antirasuah ini kembali bergerak cepat melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (18/12/2025).

Bekasi

Dalam operasi senyap tersebut, KPK berhasil mengamankan sedikitnya 10 orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi. Kabar ini pun langsung menjadi sorotan publik mengingat intensitas kerja KPK yang meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Kronologi Singkat Operasi Senyap di Bekasi

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penyelidikan tertutup yang berlangsung di lapangan. Menurutnya, tim penindakan masih bekerja intensif untuk mengumpulkan bukti-bukti awal.

“Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Sampai dengan saat ini, tim sudah mengamankan sekitar sepuluh orang,” ungkap Budi kepada awak media.

Meski demikian, pihak KPK masih menutup rapat mengenai detail kasus, identitas para pihak yang ditangkap, maupun nominal uang yang kemungkinan turut disita dalam operasi tersebut. Budi menegaskan bahwa tim masih memerlukan waktu untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Masih berprogress,” imbuhnya singkat, mengisyaratkan bahwa status hukum para pihak yang ditangkap akan ditentukan dalam waktu 1×24 jam.


Tren OTT Akhir Tahun: Dari Banten ke Bekasi

Aksi di Bekasi ini menambah daftar panjang prestasi penindakan KPK di bulan Desember 2025. Sebelumnya, KPK juga mengejutkan publik dengan OTT di Provinsi Banten yang menyeret 5 orang aparat penegak hukum.

Rentetan operasi ini menunjukkan bahwa:

  1. Pengawasan Ketat di Daerah Penyangga: Bekasi dan Banten merupakan wilayah strategis dengan perputaran anggaran yang besar, menjadikannya area rawan praktik lancung.

  2. Komitmen Penegakan Hukum: KPK menunjukkan taringnya kembali dengan menyasar berbagai elemen, mulai dari birokrat hingga aparat penegak hukum.


Intisari Berita: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Untuk memudahkan Anda memahami konteks berita ini, berikut adalah poin-poin pentingnya:

  • Lokasi Kejadian: Bekasi, Jawa Barat.

  • Jumlah yang Diamankan: 10 orang (status hukum masih terperiksa).

  • Waktu Kejadian: Kamis, 18 Desember 2025.

  • Kaitan Kasus: Belum diumumkan secara resmi, namun kuat dugaan terkait suap atau penyalahgunaan wewenang di tingkat daerah.

  • Konteks Global: OTT ini dilakukan tak lama setelah KPK meringkus 5 aparat penegak hukum di Banten.


Mengapa Berita Ini Penting?

Operasi Tangkap Tangan merupakan salah satu instrumen KPK yang paling ditakuti karena dilakukan saat transaksi haram sedang berlangsung. Penangkapan 10 orang di Bekasi memberikan pesan kuat bahwa tidak ada ruang aman bagi pelaku korupsi, bahkan di tengah hiruk-pikuk akhir tahun.

Masyarakat kini menanti rilis resmi dari KPK untuk mengetahui siapa saja “ikan besar” yang terjaring dalam jaring antirasuah kali ini.

kadobet

eleanor-lyons.com

Akhir Bulan November Produksi Minyak Ri Mencapai 606.000 Barel

Capaian Positif Produksi Minyak Nasional: Tembus 606 Ribu BPH, Pemerintah Bidik Target Lebih Tinggi Tahun Depan

Intisari Berita (The Key Insight)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan kinerja positif produksi minyak nasional. Hingga November 2025, produksi telah mencapai 606 ribu barel per hari (bph), melampaui capaian tahun sebelumnya. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyebut ini sebagai hasil signifikan dari konsolidasi 2024. Pemerintah kini optimistis menaikkan target produksi minyak dalam APBN 2026 menjadi 610 ribu bph, sambil fokus mengatasi berbagai kendala yang dihadapi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), mulai dari perizinan hingga kesiapan infrastruktur.

Produksi Minyak


 Konsolidasi 2024 Membuahkan Hasil Signifikan di 2025

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengumumkan bahwa upaya perbaikan dan konsolidasi yang dilakukan sepanjang tahun 2024 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja sektor hulu migas.

Capaian Produksi Minyak Nasional:

  • Hingga November 2025: Sekitar 606 ribu bph

  • Target APBN 2025: 605 ribu bph

  • Realisasi 2024: Sekitar 580 ribu bph

Peningkatan produksi sebesar 26 ribu bph dari tahun 2024 ke 2025 ini dianggap sebagai bagian penting dalam upaya penguatan ketahanan energi nasional.

“Jadi kami melihat apa yang diupayakan, konsolidasi yang dilakukan pada tahun 2024 yang lalu ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan,” kata Yuliot di sela acara Rapat Koordinasi Dukungan Bisnis SKK Migas.


Target APBN 2026 Ditetapkan Lebih Tinggi

Melihat capaian positif ini, Pemerintah menetapkan target yang lebih ambisius untuk tahun anggaran berikutnya.

Target Produksi Minyak (BPH):

  • Target APBN 2026: 610 ribu bph

  • Target APBN 2025: 605 ribu bph

Kenaikan target sebesar 5 ribu bph ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap peningkatan investasi dan efisiensi di sektor hulu migas.


Identifikasi Kendala KKKS: Infrastruktur dan Regulasi

Meskipun capaian produksi positif, Yuliot Tanjung menegaskan bahwa pemerintah juga fokus mengidentifikasi dan merumuskan solusi atas berbagai hambatan yang dihadapi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di lapangan. Seluruh permasalahan yang ditemukan akan dirangkum menjadi rekomendasi resmi untuk perbaikan kebijakan.

Kendala Utama yang Diidentifikasi:

  1. Aspek Regulasi dan Birokrasi: Mencakup proses perizinan yang seringkali memakan waktu.

  2. Pengadaan Lahan: Masalah yang kerap menghambat proyek pengembangan di tahap awal.

  3. Kewajiban TKDN: Tantangan dalam pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

  4. Kesiapan Ekosistem Industri: Ketersediaan dan kapabilitas industri pendukung di dalam negeri.

  5. Penyediaan Infrastruktur Dasar: Memastikan percepatan penyediaan infrastruktur dasar yang diperlukan, baik oleh KKKS maupun pemerintah.

“Jadi percepatan baik oleh perusahaan KKKS sendiri maupun oleh pemerintah,” tegasnya, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam penyediaan infrastruktur.


Kesimpulan

Kinerja sektor hulu migas Indonesia menunjukkan tren pemulihan yang signifikan, ditandai dengan tercapainya target produksi 2025 lebih awal. Fokus pemerintah ke depan adalah menjaga momentum peningkatan produksi ini melalui penetapan target 2026 yang lebih tinggi dan, yang paling krusial, menghilangkan hambatan struktural seperti birokrasi perizinan dan kurangnya infrastruktur dasar, demi menciptakan iklim investasi yang lebih menarik bagi KKKS.

slot online

wspublishers.com

Tags:

Barang-Barang Asean Ini Jadi Primadona Di Pasar As, Ada Kopi RI

Trump Hadiri KTT ASEAN: Misi Damai & Bara Defisit Dagang US$227,7 Miliar

Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kuala Lumpur pada Minggu (26/10/2025) lalu menjadi sorotan utama. Momen langka ini, yang diklaim Gedung Putih membawa misi “perdamaian dan kemakmuran,” ditandai dengan penandatanganan Kuala Lumpur Peace Accords (Thailand-Kamboja) dan penekenan perjanjian dagang resiprokal. Malaysia bahkan dinaikkan statusnya menjadi mitra strategis komprehensif AS.

ktt asean

Namun, di balik narasi diplomatik tersebut, tersembunyi masalah ekonomi yang kian memanas: defisit perdagangan AS dengan ASEAN yang sangat besar, mencapai US$227,7 miliar pada tahun 2024.


ASEAN Sebagai Pemasok Manufaktur Global Baru

Data dari U.S. Trade Representative (USTR) menegaskan bahwa ASEAN kini bukan lagi sekadar pemasok bahan mentah, melainkan telah bertransformasi menjadi jantung industri manufaktur global yang melayani pasar Amerika. Nilai perdagangan barang AS dan ASEAN mencapai US$476,8 miliar pada 2024.

  • Defisit Mencapai Puncak: Defisit perdagangan AS dengan kawasan ini mencapai angka masif US$227,7 miliar, menunjukkan dominasi ekspor ASEAN ke pasar AS.

  • Tiga Raksasa Eksportir: Vietnam, Malaysia, dan Thailand menjadi tiga pemasok barang terbesar. Vietnam memimpin dengan ekspor senilai US$136,6 miliar, disusul Thailand (US$63,3 miliar), dan Malaysia (US$52,5 miliar).

  • Indonesia di Posisi Keempat: Indonesia menempati posisi keempat dengan ekspor senilai US$28,1 miliar, menunjukkan pertumbuhan yang stabil sebesar 4,8% dari tahun sebelumnya.


Profil Dagang Komoditas Unggulan ASEAN ke Pasar AS

Setiap negara ASEAN kini memiliki komoditas andalan yang menjadi penentu arah baru persaingan industri Asia Tenggara. Komposisi ekspor ini menjadi kunci bagi AS dalam menyusun kerangka kerja perdagangan baru dengan Thailand dan Vietnam.

Negara Komoditas Utama Ekspor ke AS Status / Sektor Utama
Vietnam Tekstil, Furnitur Raksasa manufaktur, menantang Tiongkok
Malaysia Elektronik, Semikonduktor, Kakao Olahan Penguasa sektor hi-tech dan pangan olahan
Thailand Otomotif, Makanan Laut Olahan Pusat manufaktur otomotif dan pangan
Indonesia Furnitur, Udang, Kopi, Minyak Kelapa Sawit Agrikultur dan komoditas padat karya
Kamboja Garmen, Alas Kaki Pemasok utama pakaian jadi
Singapura Bahan Kimia, Alat Medis Pusat bahan kimia dan teknologi medis
Filipina Minyak Kelapa, Perangkat Elektronik Produk agrikultur dan elektronik
Brunei Minyak dan Gas Simbol strategis energi

 Intisari Berita: Mengapa Kunjungan Trump dan Data Dagang Ini Penting?

Berikut adalah inti sari yang harus Anda pahami dari pertemuan diplomatik dan data ekonomi ini:

  1. Sinyal Geopolitik Kuat: Kenaikan status Malaysia menjadi mitra strategis komprehensif. Kehadiran langka Trump mengirimkan sinyal tegas bahwa AS sedang melakukan pergeseran geopolitik serius. Hal ini menjadikan ASEAN sebagai penyeimbang utama di Asia Tenggara.

  2. Fokus Defisit Dagang: Misi “perdamaian” Trump datang bersamaan dengan defisit dagang yang sangat besar. Perjanjian dagang resiprokal dengan Malaysia dan Kamboja, serta kerangka kerja baru dengan Thailand dan Vietnam. Hal ini diyakini sebagai upaya AS untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan ini.

  3. Persaingan Komoditas Memanas: Komoditas padat karya dan agrikultur menjadi arena pertarungan baru. Misalnya, Perikanan (Indonesia, Vietnam, Thailand), Kopi (Vietnam vs. Indonesia), dan Kakao Olahan (Indonesia vs. Malaysia). Indonesia kini bahkan menyalip Thailand dalam lemak nabati berkat dominasi produk turunan sawit.

kadobet

Lebih Langka dari Emas, Harga “Harta Karun” Dunia Ini Terbang 50%

Harta Karun, Harga Rhodium, salah satu logam paling langka di dunia, kembali mencuri perhatian pasar global. Nilai komoditas ini bisa melonjak – tajam hingga ribuan dolar per ons dalam waktu singkat. Harga Rhodium melonjak tajam hingga 50% sepanjang tahun ini. Dalam sebulan terakhir saja, logam mulia terlangka di dunia ini sudah terapresiasi 25%, menjadi salah satu komoditas dengan performa terbaik tahun ini. Sebagai perbandingan, harga emas melonjak 28,5%, perak 29,5% dan tembaga 11% sepanjang tahun ini.

Harta Karun

Lebih Langka dari Emas, Harga “Harta Karun” Dunia Ini Terbang 50%Menurut proyeksi Metals Focus, pasar rhodium akan defisit sebesar 105 ribu per troy ons pada 2025. Akibatnya, stok di atas tanah atau above-ground stocks diperkirakan akan menyusut 23% menjadi hanya 349 ribu troy ounce setara dengan empat bulan permintaan. Ini adalah level terendah dalam setidaknya empat dekade. Rhodium banyak digunakan dalam catalytic converter kendaraan bermesin bensin, guna menekan emisi gas nitrogen oksida (NOx). Saat negara-negara seperti Uni Eropa dan China memperketat regulasi emisi, kebutuhan rhodium per kendaraan ikut naik.

Lebih Langka dari Emas, Harga “Harta Karun” Dunia Ini Terbang 50%

Rhodium, logam mulia yang sering disebut sebagai “harta karun tersembunyi” dunia, tengah menjadi perbincangan hangat di pasar komoditas global. Menurut proyeksi terbaru dari Metals Focus, pasar rhodium diperkirakan akan mengalami defisit sebesar 105 ribu troy ons pada 2025. Keterbatasan suplai ini memicu lonjakan harga yang diproyeksikan mencapai 50%, menjadikan rhodium semakin langka dibandingkan emas.

Dalam artikel ini, kita akan membahas:

  • Apa itu rhodium dan mengapa sangat langka?

  • Faktor-faktor yang mendorong kenaikan harga rhodium.

  • Dampak defisit pasokan global.

  • Kebutuhan rhodium dalam industri otomotif dan regulasi emisi.

  • Proyeksi pasar rhodium hingga 2025 dan peluang investasinya.


Apa Itu Rhodium dan Mengapa Lebih Langka dari Emas?

Rhodium adalah logam mulia berwarna putih keperakan yang tergolong dalam kelompok Platinum Group Metals (PGM). Meski dikenal karena kemilau dan ketahanannya terhadap korosi, rhodium jauh lebih langka daripada emas dan platinum.

Fakta Unik tentang Rhodium:

  • Produksi tahunan rhodium hanya sekitar 23 ton di seluruh dunia.

  • Sebagai perbandingan, produksi emas global mencapai sekitar 3.000 ton per tahun.

  • Rhodium tidak ditambang secara langsung, melainkan sebagai produk sampingan dari penambangan platinum dan nikel.

Dengan ketersediaan yang terbatas dan tingginya permintaan dari sektor industri, rhodium kerap mengalami volatilitas harga yang ekstrem.


Proyeksi Defisit 2025: Stok Global di Level Terendah dalam 40 Tahun

Menurut laporan Metals Focus, pada 2025 pasar rhodium akan mengalami defisit sebesar 105 ribu troy ons. Ini artinya, permintaan rhodium jauh melampaui jumlah pasokan yang tersedia di pasar.

Lebih mengkhawatirkan lagi, stok di atas tanah (above-ground stocks) rhodium diperkirakan akan menyusut 23% menjadi hanya 349 ribu troy ons. Angka ini setara dengan hanya empat bulan kebutuhan global, menjadikan posisi rhodium sebagai logam dengan persediaan terendah dalam setidaknya empat dekade terakhir.

Penyebab Defisit Rhodium:

  • Produksi tambang yang stagnan, terutama di Afrika Selatan (sumber utama rhodium global).

  • Tidak ada investasi besar untuk penambahan kapasitas produksi rhodium.

  • Kenaikan permintaan dari industri otomotif global.


Rhodium dan Perannya dalam Mengurangi Emisi Kendaraan

Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan permintaan rhodium adalah penggunaannya dalam catalytic converter kendaraan bermesin bensin. Rhodium berfungsi untuk menekan emisi gas nitrogen oksida (NOx), yang merupakan salah satu polutan berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Kenapa Kebutuhan Rhodium Meningkat?

  • Regulasi Emisi yang Ketat: Uni Eropa, China, dan Amerika Serikat terus memperketat standar emisi kendaraan.

  • Kendaraan Bensin Tetap Dominan: Meskipun tren elektrifikasi kendaraan terus berkembang, kendaraan bermesin bensin masih mendominasi pasar global, terutama di negara berkembang.

  • Kebutuhan Rhodium per Kendaraan Naik: Untuk mematuhi regulasi yang lebih ketat, produsen otomotif harus meningkatkan jumlah rhodium dalam catalytic converter.


Negara-Negara Kunci Pendorong Permintaan Rhodium

Berikut adalah negara dan kawasan yang berkontribusi besar terhadap lonjakan permintaan rhodium:

Negara/Kawasan Alasan Peningkatan Permintaan
Uni Eropa Standar emisi Euro 6/7 semakin ketat
China Kebijakan “Blue Sky” untuk menekan polusi udara
Amerika Serikat Regulasi EPA yang agresif terhadap emisi NOx
India & Asia Tenggara Pertumbuhan kendaraan bermesin bensin yang pesat

Bagaimana Harga Rhodium Bereaksi?

Dalam beberapa tahun terakhir, rhodium telah mencatat pergerakan harga yang sangat volatil. Sebagai contoh:

  • Tahun 2020, harga rhodium sempat menembus $29.000 per troy ounce, jauh melampaui harga emas.

  • Namun, pada 2022-2023, harga sempat mengalami koreksi tajam akibat perlambatan ekonomi global.

  • Kini, dengan proyeksi defisit 2025, analis memperkirakan harga rhodium akan kembali melonjak hingga 50% dalam dua tahun mendatang.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Rhodium:

  1. Ketatnya pasokan tambang (supply constraint).

  2. Regulasi lingkungan yang semakin agresif.

  3. Minimnya substitusi atau alternatif teknologi.

  4. Sentimen pasar dan spekulasi komoditas.


Investasi Rhodium: Peluang atau Risiko?

Dengan volatilitas harga yang tinggi, investasi rhodium sering dianggap sebagai instrumen berisiko tinggi namun berpotensi memberikan imbal hasil besar. Tidak seperti emas atau perak, rhodium tidak diperdagangkan secara luas dalam bentuk fisik atau ETF (Exchange Traded Fund). Kebanyakan investor mengakses pasar rhodium melalui:

  • Pembelian langsung logam fisik (batangan rhodium).

  • Kontrak derivatif di pasar over-the-counter (OTC).

  • Investasi di saham perusahaan tambang yang memproduksi rhodium.

Keunggulan Rhodium sebagai Aset Investasi:

  • Kelangkaan ekstrim.

  • Permintaan industri yang stabil dan cenderung meningkat.

  • Ketahanan terhadap korosi menjadikannya aset safe haven di sektor industri.

Risiko Investasi Rhodium:

  • Volatilitas harga yang sangat tinggi.

  • Pasar yang tidak likuid dibandingkan emas atau perak.

  • Ketergantungan pada industri otomotif — jika transisi kendaraan listrik semakin masif, permintaan rhodium bisa terpengaruh di masa depan.


Kesimpulan: Rhodium, “Harta Karun” Dunia yang Masih Terus Diburu

Dengan proyeksi defisit pasokan global, penurunan stok di atas tanah ke level terendah dalam empat dekade, dan lonjakan permintaan dari sektor otomotif, rhodium semakin mengukuhkan posisinya sebagai logam mulia paling langka dan bernilai tinggi di dunia.

https://dewilanjar.com/

kadobet

Tags:

Trump Teken Surat Tawaran Negosiasi Tarif untuk 12 Negara

Surat Tawaran Negosiasi, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa dia telah menandatangani surat – kepada 12 negara yang menguraikan berbagai tingkat tarif yang akan mereka hadapi atas barang yang mereka ekspor ke Negeri Paman Sam. Isi surat ini memberikan tawaran “terima atau tinggalkan” dan akan dikirimkan pada hari Senin depan (7/7/2025). Trump, yang berbicara kepada wartawan di atas Air Force One saat dia melakukan perjalanan ke New Jersey, menolak menyebutkan nama negara yang terlibat, dengan mengatakan bahwa hal itu akan diumumkan kepada publik pada hari Senin.

Surat Tawaran Negosiasi

Trump Teken Surat Tawaran Negosiasi Tarif untuk 12 Negara– Pergeseran dalam strategi Gedung Putih mencerminkan tantangan dalam menyelesaikan perjanjian perdagangan pada segala hal mulai dari tarif hingga hambatan non-tarif seperti larangan impor pertanian, dan terutama pada proses yang dipercepat. Satu-satunya perjanjian dagang yang dicapai hingga saat ini adalah dengan Inggris, yang mencapai kesepakatan pada bulan Mei untuk mempertahankan tarif 10% dan memperoleh perlakuan istimewa untuk beberapa sektor termasuk mobil dan mesin pesawat terbang.

Trump Teken Surat Tawaran Negosiasi Tarif untuk 12 Negara

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat gebrakan di panggung perdagangan internasional. Baru-baru ini, Trump resmi menandatangani surat tawaran negosiasi tarif yang ditujukan kepada 12 negara mitra dagang utama AS. Langkah ini menjadi sorotan dunia karena berpotensi mengubah peta perdagangan global serta memberikan dampak signifikan pada perekonomian Amerika Serikat dan negara-negara terkait.

Latar Belakang Penandatanganan Surat Tawaran Negosiasi Tarif

Sejak awal masa jabatannya, Trump dikenal dengan pendekatan proteksionis dan kebijakan “America First”. Ia sering kali menekankan pentingnya menyeimbangkan neraca perdagangan dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Berbagai tarif impor telah diberlakukan, khususnya terhadap produk dari Tiongkok dan negara-negara Eropa, demi melindungi industri dalam negeri.

Namun, di tengah tekanan global dan kebutuhan memperkuat posisi ekonomi AS pasca pandemi COVID-19, Trump mulai membuka pintu negosiasi. Surat tawaran negosiasi tarif ini menjadi sinyal bahwa AS siap menjalin kerja sama yang lebih fleksibel dengan mitra dagang, asalkan menguntungkan bagi kepentingan nasional.

Negara-Negara yang Terlibat

Dua belas negara yang menerima surat tawaran negosiasi tarif dari Trump meliputi:

  1. Tiongkok
  2. Kanada
  3. Meksiko
  4. Jepang
  5. Korea Selatan
  6. Jerman
  7. Prancis
  8. Inggris
  9. India
  10. Brasil
  11. Australia
  12. Vietnam

Negara-negara ini dipilih karena memiliki hubungan perdagangan yang signifikan dengan Amerika Serikat, baik sebagai eksportir maupun importir.

Poin-Poin Penting dalam Surat Tawaran

Surat tawaran yang ditandatangani Trump berisi beberapa poin utama, di antaranya:

  • Pengurangan Tarif Secara Bertahap: Amerika Serikat bersedia mengurangi tarif untuk produk tertentu jika negara mitra memberikan akses pasar yang lebih luas bagi produk AS.
  • Proteksi Terhadap Industri Strategis: Tarif tetap dipertahankan untuk produk yang dianggap vital bagi keamanan nasional, seperti teknologi tinggi dan pertahanan.
  • Penguatan Aturan Asal Barang: Penekanan pada penggunaan komponen asli dalam produksi untuk menghindari praktik “transshipment” atau pengalihan asal barang.
  • Kerjasama Penegakan Hukum Dagang: Negara mitra diharapkan berkomitmen untuk memberantas praktik dumping dan subsidi yang merugikan industri AS.

Dampak Potensial bagi Perekonomian Global

Langkah Trump ini berpotensi memberikan dampak luas, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut beberapa kemungkinan dampak yang dapat terjadi:

1. Meningkatkan Ekspor AS

Dengan adanya pengurangan tarif, perusahaan AS akan lebih mudah mengekspor produk ke negara-negara mitra. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan sektor manufaktur dan pertanian di AS.

2. Memperkuat Hubungan Diplomatik

Negosiasi tarif dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama bilateral di bidang lain, seperti teknologi, pendidikan, dan pertahanan. Negara-negara mitra akan melihat AS sebagai mitra yang lebih terbuka dan kooperatif.

3. Pengaruh Terhadap Rantai Pasok Global

Jika disepakati, kesepakatan tarif baru akan memengaruhi rantai pasok global. Produsen mungkin akan menyesuaikan strategi logistik dan sumber bahan baku agar memenuhi persyaratan baru.

4. Reaksi Pasar dan Investor

Pengumuman surat tawaran negosiasi tarif ini disambut positif oleh pasar saham AS, dengan indeks Dow Jones dan S&P 500 mengalami kenaikan masing-masing 1,2% dan 0,9% pada hari pengumuman. Hal ini mencerminkan optimisme investor terhadap potensi pertumbuhan ekonomi.

Tanggapan Negara-Negara Mitra

Beberapa negara langsung merespons surat tawaran ini dengan antusias. Jepang, melalui pernyataan Perdana Menteri, menyatakan kesiapan untuk berdiskusi lebih lanjut demi memperkuat hubungan ekonomi. Kanada dan Meksiko, sebagai mitra dalam perjanjian USMCA, menyambut baik inisiatif ini namun meminta detail lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Sementara itu, Tiongkok menunjukkan sikap hati-hati. Pemerintah Tiongkok menegaskan bahwa segala bentuk perundingan harus dilakukan secara adil dan setara, tanpa tekanan politik. Hal ini wajar mengingat sejarah perang dagang antara AS dan Tiongkok yang memanas dalam beberapa tahun terakhir.

Tantangan yang Harus Dihadapi

Walaupun menawarkan potensi besar, surat tawaran negosiasi tarif ini tidak lepas dari tantangan, antara lain:

  • Perbedaan Kepentingan Nasional: Masing-masing negara memiliki prioritas yang berbeda, terutama dalam melindungi industri dalam negeri.
  • Fluktuasi Politik Domestik: Kebijakan perdagangan AS sering kali dipengaruhi oleh dinamika politik domestik, termasuk tekanan dari parlemen dan kelompok industri.
  • Proses Negosiasi yang Panjang: Mencapai kesepakatan final bukanlah hal mudah dan bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Strategi Trump: Antara Proteksionisme dan Fleksibilitas

Langkah ini menunjukkan adanya pergeseran strategi Trump dari proteksionisme murni menuju pendekatan yang lebih fleksibel dan pragmatis. Meskipun tetap mempertahankan prinsip “America First”, Trump memahami bahwa kerja sama internasional juga dibutuhkan untuk menjaga daya saing ekonomi AS.

Menurut beberapa analis, surat ini adalah upaya Trump untuk memperkuat posisi politiknya di dalam negeri, terutama menjelang pemilu mendatang. Dengan menunjukkan kesediaan untuk bernegosiasi, Trump dapat meraih simpati dari pelaku usaha dan masyarakat yang terdampak perang dagang.

Kesimpulan

Penandatanganan surat tawaran negosiasi tarif untuk 12 negara oleh Presiden Trump adalah langkah strategis yang penuh perhitungan. Kebijakan ini membuka peluang baru bagi perusahaan AS untuk memperluas pasar, memperbaiki hubungan diplomatik, serta memperkuat ekonomi nasional. Namun, realisasi dari surat tawaran ini sangat tergantung pada kesiapan negara mitra dan kemampuan AS dalam mempertahankan konsistensi kebijakan.

https://parsianforum.com/

https://fbd-cpa.com/

Tags:

Genjot Ekonomi RI, Pakar Sebut Tak Cukup Cuma Deregulasi

Genjot Ekonomi RI, Pemerintah resmi melakukan deregulasi impor yang termaktub dalam paket kebijakan deregulasi tahap pertama. – Kebijakan deregulasi impor ini diarahkan untuk 10 jenis komoditas. Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah menjelaskan bahwa untuk melakukan pemulihan perekonomian Indonesia, deregulasi saja tidak cukup.

Genjot Ekonomi RI

Genjot Ekonomi RI, Pakar Sebut Tak Cukup Cuma Deregulasi–  Pasalnya, deregulasi seharusnya menjadi salah satu dari sejumlah paket kebijakan untuk mengatasi perekonomian yang melemah. Kebijakan lainnya yang diperlukan antara lain, reformasi hukum dan aturan perdagangan. Menurutnya, barang impor menjadi suatu ancaman untuk industri dalam negeri ketika berbentuk barang jadi yang langsung dinikmati oleh konsumen.

Genjot Ekonomi RI, Pakar Sebut Tak Cukup Cuma Deregulasi

Indonesia saat ini tengah berupaya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah telah meluncurkan berbagai paket kebijakan deregulasi demi menarik investasi dan meningkatkan daya saing. Namun, sejumlah pakar ekonomi menegaskan bahwa deregulasi saja tidak cukup untuk mendongkrak perekonomian. Diperlukan langkah-langkah komprehensif yang menyentuh berbagai sektor strategis.

Deregulasi: Langkah Awal yang Penting, tapi Bukan Segalanya

Deregulasi merupakan proses pengurangan atau penyederhanaan aturan-aturan yang menghambat aktivitas ekonomi. Langkah ini umumnya ditujukan untuk mempermudah perizinan usaha, mendorong investasi, serta meningkatkan efisiensi bisnis. Sejak 2015, Indonesia telah menerbitkan lebih dari 16 paket kebijakan deregulasi.

Namun, menurut Dr. Bambang Brodjonegoro, ekonom dan mantan Menteri Keuangan, deregulasi hanyalah pintu masuk. “Deregulasi memperbaiki iklim usaha, tapi tidak otomatis menciptakan pertumbuhan ekonomi jika tidak disertai pembenahan sektor riil dan penguatan SDM,” ujar Bambang dalam sebuah diskusi ekonomi di Jakarta.

Infrastruktur dan SDM: Faktor Penentu Keberhasilan

Selain deregulasi, infrastruktur menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kontribusi sektor konstruksi dan infrastruktur terhadap PDB Indonesia terus meningkat, mencapai 10,4% pada 2024.

Contoh konkret adalah pembangunan jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera yang berhasil memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memangkas biaya logistik hingga 30%. Namun, proyek infrastruktur harus diimbangi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Tanpa tenaga kerja yang terampil dan adaptif, investasi infrastruktur tidak akan memberikan dampak maksimal. Pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dan peningkatan literasi digital harus berjalan seiring,” jelas Prof. Sri Adiningsih, pakar ekonomi Universitas Gadjah Mada.

Diversifikasi Ekonomi: Mengurangi Ketergantungan

Indonesia selama ini masih mengandalkan sektor-sektor tradisional seperti pertanian, pertambangan, dan industri pengolahan. Ketergantungan pada komoditas ekspor raw material membuat ekonomi rentan terhadap fluktuasi harga global.

Diversifikasi ekonomi menjadi solusi strategis. Pemerintah perlu mengembangkan sektor industri hilir, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga ekonomi digital. Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat kontribusi ekonomi kreatif mencapai Rp1.300 triliun atau sekitar 7,5% dari PDB nasional pada 2023.

Sebagai contoh, negara seperti Korea Selatan berhasil beralih dari ekonomi berbasis agrikultur menjadi ekonomi inovasi dengan mendukung sektor teknologi dan hiburan (K-pop, film, dan game). Indonesia dinilai memiliki potensi yang sama jika didukung kebijakan yang tepat.

Reformasi Birokrasi: Memangkas Hambatan Non-Tarif

Banyak pelaku usaha dan investor asing menilai birokrasi di Indonesia masih kompleks dan memakan waktu lama. Proses perizinan usaha, bea cukai, hingga pajak sering kali dianggap tidak efisien.

Menurut laporan World Bank Ease of Doing Business, Indonesia berada di peringkat 73 pada 2020, tertinggal dibanding Singapura (peringkat 2) dan Malaysia (peringkat 12). Hal ini menunjukkan perlunya reformasi birokrasi yang lebih mendalam.

Pakar kebijakan publik, Dr. Rhenald Kasali, mengatakan, “Birokrasi yang efisien dan transparan akan meningkatkan kepercayaan investor. Pemerintah harus mempercepat digitalisasi layanan publik agar lebih mudah dan akuntabel.”

Insentif Pajak dan Pembiayaan UMKM

Selain memperbaiki regulasi, pemerintah juga disarankan untuk memperluas insentif pajak, terutama bagi sektor-sektor prioritas. Pemberian super deduction tax bagi industri yang melakukan riset dan pengembangan (R&D) adalah salah satu langkah positif.

Di sisi lain, pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu ditingkatkan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit UMKM pada 2023 hanya sekitar 20% dari total kredit nasional, jauh di bawah target 30% yang dicanangkan.

UMKM memiliki peran vital karena menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. Dukungan pembiayaan, pendampingan bisnis, serta akses pasar menjadi faktor penting agar UMKM bisa naik kelas.

Membangun Ekonomi Digital sebagai Mesin Baru

Ekonomi digital menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD 130 miliar pada 2025.

Pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur digital, memperluas akses internet di daerah, dan mendukung pengembangan startup lokal. Kebijakan ini akan membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan ekonomi, dan meningkatkan ekspor jasa digital.

Kesimpulan: Butuh Pendekatan Holistik

Meski deregulasi penting untuk memperbaiki iklim investasi dan usaha, hal itu tidak cukup untuk mendongkrak perekonomian Indonesia secara signifikan. Pemerintah harus mengambil pendekatan holistik yang mencakup penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, diversifikasi ekonomi, reformasi birokrasi, insentif pajak, dan pengembangan ekonomi digital.

https://beatsbysarz.com/

kadobet

Tags: